Senin, 20 Mei 2013

PERANAN ENZIM PTIALIN DAN EMPEDU DALAM PROSES PENCERNAAN MAKANAN


Laporan Praktikum
A.      Acara Praktikum
Peranan enzim ptialin dan empedu dalam proses pencernaan makanan
B.       Tujuan Praktikum
1.      Mahasiswa mampu melakukan uji peranan enzim ptialin dan empedu dalam proses pencernaan makanan.
2.      Mahasiswa mampu mengidentifikasi peranan enzim ptialin dan empedu dalam proses pencernaan makanan.
3.      Mahasiswa mampu memahami proses pencernaan secara enzimatis terutama oleh enzim ptialin dan empedu.
C.      Landasan teori

Mulut 
Mulut adalah jalan utama masuknya makanan ke dalam system pencernaan. Mulut terdiri dari selaput lendir ( bagian dalam ), kelenjar liur, lidah, dan tenggorokan ( faring ) yang terletak di bawah mulut. Lidah memiliki fungsi yang sangat vital disini, yaitu sebagai indra perasa. Proses pencernaan dimulai ketika makanan memasuki mulut, permukaan lidah akan mentransformasikan rasa atau fungsinya sebagai indra pengecap, kemudian makanan akan dipotong- potong oleh gigi depan ( incisivus ), kemudian dikunyah oleh gigi belakang ( geraham ). Pada saat makan air ludah membantu membersihkan bakteri penyebab pembusukan gigi dan menyerangbakteri     tersebut. Dalam air ludah juga terdapat enzim ptialin yang berfungsi mengubah zat tepung menjadi zat gula.



Kerongkongan / Esofagus 
Esofagus adalah saluran penghubung antara tenggorokan dan lambung. Kerongkongan berbentuk seperti saluran otot berdinding tipis dan memiliki lapisan

Lambung
Lambung adalah organ otot berongga yang terdiri dari tiga bagian, yaitu kardia, fundus dan antrum. Dari kerongkongan, makanan masuk ke lambung melalui sfingter, yaitu sejenis otot yang berbentuk cincin, yang dapat bergerak membuka dan mengatup. Lambung dilapisi oleh sel- sel yang menghasilkan tiga zat penting, yaitu :
1. Lendir, berfungsi melindungi sel- sel lambung dari kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh asam lambung dan enzim.
2. Asam Klorida, yaitu pencipta sensasi asam di lambung yang dapat dimanfaatkan pepsin untuk memecah protein. 
3. Prekursor Pepsin ( Enzim Pemecah Protein ). Pepsin merupakan satu- satunya enzim yang mencerna kolagen.
Selain pencernaan mekanik, pada lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah :
·    Asam HCl ,Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus
·    Lipase , Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit
·    Renin , Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
·    Mukus , Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.
            Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi bubur yang disebut bubur kim.
Fungsi HCI Lambung :
1.      Merangsang keluamya sekretin
2.      Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.
3.      Desinfektan
4.      Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empedu mengeluarkan getahnya.

•Usus  Halus
Setelah mampir ke lambung, makanan akan dilepaskan ke bagian pertama dari usus halus, yaitu usus dua belas jari ( duodenum ) melalui sfingter pylorus. Makanan yang dapat dicerna disini adalah dalam batas maksimal kapasitas usus halus. Jika sudah penuh, maka usus dua belas jari akan memerintahkan lambung untuk menghentikan kerjanya untuk mengalirkan makanan.
 Senyawa yang dihasilkan oleh usus halus adalah :
·    Disakaridase Menguraikan disakarida menjadi monosakarida
·    Erepsinogen Erepsin yang belum aktif yang akan diubah menjadi erepsin. Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.
·    Hormon Sekretin Merangsang kelenjar pancreas mengeluarkan senyawa kimia yang dihasilkan ke usus halus
·    Hormon CCK (Kolesistokinin) Merangsang hati untuk mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus halus.
Selain itu, senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar pankreas adalah :
·    Bikarbonat Menetralkan suasana asam dari makanan yang berasal dari lambung
·    Enterokinase Mengaktifkan erepsinogen menjadi erepsin serta mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Tripsin mengubah pepton menjadi asam amino.
·    Amilase Mengubah amilum menjadi disakarida
·    Lipase Mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol
·    Tripsinogen Tripsin yang belum aktif.
·    Kimotripsin Mengubah peptone menjadi asam amino
·    Nuklease Menguraikan nukleotida menjadi nukleosida dan gugus pospat
·    Hormon Insulin Menurunkan kadar gula dalam darah sampai menjadi kadar normal
·    Hormon Glukagon Menaikkan kadar gula darah sampai menjadi kadar normal
                        Pencernaan makanan secara kimiawi pada usus halus terjadi pada suasana basa. Prosesnya sebagai berikut :
a)      Makanan yang berasal dari lambung dan bersuasana asam akan dinetralkan oleh bikarbonat dari pancreas.
b)      Makanan yang kini berada di usus halus kemudian dicerna sesuai kandungan zatnya. Makanan dari kelompok karbohidrat akan dicerna oleh amylase pancreas menjadi disakarida. Glukaosa hasil pencernaan kemudian diserap usus halus, dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
c)      Makanan dari kelompok protein setelah dilambung dicerna menjadi pepton, maka pepton akan diuraikan oleh enzim tripsin, kimotripsin, dan erepsin menjadi asam amino. Asam amino kemudian diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
d)     Makanan dari kelompok lemak, pertama-tama akan dilarutkan (diemulsifikasi) oleh cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi butiran-butiran lemak (droplet lemak). Droplet lemak kemudian diuraikan oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol kemudian diserap usus dan diedarkan menuju jantung oleh pembuluh limfa.


Pankreas
Pankreas bekerja melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormone ke dalam darah. Pankreas terdiri dari dua jaringan dasar, yaitu Asini ( penghasil enzim pencernaan ) dan Pulau Pankreas ( penghasil hormone ). Enzim pancreas ini menghasilkan tiga jenis hormone, yaitu :
1. Insulin, berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.
2. Glukagon, berfungsi menaikkan kadar gula dalam darah.
3. Somatostatin, berfungsi menghalangi pelepasan hormone insulin dan glucagon.

Hati 
Hati memiliki peran yang sangat penting dalam system pencernaan. Hati bekerja mengatur dan mengolah darah dengan cara sebagai berikut :
1. Bakteri dan partikel asing yang diserap oleh usus dibuang.
2. Berbagai zat gizi yang diserap dari usus dipecah dan digunakan untuk tubuh.
Selain itu, hati juga menghasilkan kurang lebih 50% kolesterol manusia dari dalam tubuh yang dalam proses selanjutnya digunakan untuk membuat empedu.

Empedu
Elemen penting dalam sebuah proses pencernaan, Empedu tidak boleh dilupakan. Berikut ini beberapa peran Empedu yang erat kaitannya dengan pencernaan :
1. Membantu pencernaan dan penyerapan makanan.
2. Berperan dalam pembuangan limbah beracun dari tubuh.
3. Garam empedu dapat meningkatkan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak untuk membantu proses penyerapan.
4. Garam empedu merangsang pelepasan air oleh usus besar.

Usus  Besar
Usus besar terdiri dari kolon asendens ( sebelah kanan ), kolon transversum, kolon desendens ( kiri ) dan kolon sigmoid ( dekat rektum ). Di kolon asendens ada sebuah tonjolan kecil berbentuk tabung, yang sering kita sebut dengan nama usus buntu atau apendiks. Usus besar ini bekerja menyerap lender dan elektrolit tinja melalui lender yang ia hasilkan. Cara kerjanya adalah merubah isi usus yang berupa cairan menjadi zat yang pada ketika sampai rektum. Usus besar mengandung bakteri yang berfungsi mencerna zat gizi dan membuat zat- zat penting untuk tubuh seperti vitamin K.

Rektum 
Rektum adalah ruangan yang berawal antara kolon sigmoid usus besar dan anus. Dalam keadaan normal, rektum ini kosong karena tinja disimpan di kolon desendens dan akan timbul keinginan buang air besar ketika mulai memasuki rektum. 

Anus
Anus inilah ujung dari system pencernaan manusia yang berarti sebuah tempat dimanalimbah dikeluarkan dari tubuh. 

D.      Hasil Percobaan
1.      Peranan enzim ptialin dalam proses pencernaan makanan
Tabung
Isi
Hasil Pengamatan
Tidak Dipanaskan
Dipanaskan
A
2,5cc lart. Amilum + 2 tetes lugol
biru kehitaman
-
B
2,5cc lart. Gula + 2 tetes lugol
Bening kekuningan
-
C
2,5cc lart. Amilum + 2,5cc lart. Benedict
Biru muda
Biru
D
2,5cc lart. Gula + 2,5cc lart. Benedict
Biru
Hijau kecoklatan
E
2,5cc lart. Amilum + 2,5cc air ludah (aduk dahulu 5 menit) + 2,5cc lart. Benedict
Biru keputihan
Biru kehijauan

2.      Peranan empedu dalam proses pencernaan makanan
Tabung
Isi
Hasil
A
2,5cc minyak + 5cc air
Air dan minyak tidak bersatu. Air berada di bawah minyak
B
2,5cc minyak + 2,5cc air sabun (diaduk 2 menit) + 5cc air
Sebelum di beri air berwarna hijau keputihan serta minyak dan sabun menyatu. Setelah diberi air terjadi endapan
C
2,5cc minyak + 2,5cc empedu (diaduk 5 menit) + 5cc air
Sebelum di beri air berwarna hijau lumut ( minyak dan empedu menyatu ). Setelah diberi air tetap menyatu.

E.                 Pembahasan
1.      Peranan enzim ptyalin dalam proses pencernaan makanan
a.       Pada tabung A yang diisi 2,5 cc larutan amilum + 2 tetes lugol terdeteksi adanya kandungan amilum yang ditunjukkan dengan warna biru kehitaman setelah kedua larutan dicampur.
b.      Pada tabung B yang diisi dengan 2,5 cc larutan gula + 2 tetes lugol , perubahan warna menjadi bening kekuningan hal ini menunjukkan bahwa percampuran tersebut tidak terdeteksi adanya kandungan glukosa.
c.       Pada tabung C yang diisi 2,5 cc larutan amilum + 2,5 cc benedict, sebelum dipanaskan berwarna biru muda dan setelah dipanaskan berubah warna menjadi biru. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdeteksi adanya kandungan glukosa dalam campuran tersebut.
d.      Pada tabung D yang diisi 2,5 cc larutan gula + 2,5 cc benedict, sebelum dipanaskan berwarna biru dan setelah dipanaskan berubah warna menjadi hijau kecoklatan. Hal ini menunjukkan bahwa adanya kandungan glukosa dalam larutan tersebut.


e.       Pada tabung E terdeteksi adanya kandungan glukosa dalam campuran 2,5 cc larutan amilum + 2,5 cc air ludah ( aduk 5 menit) + 2,5 cc benedict. Hal ini ditunjukkan dengan perubahan warna yang mula-mula berwarna biru keputihan ( sebelum dipanaskan ) kemudian berubah menjadi hijau kecoklatan setelah dipanaskan.


2.      Peranan empedu dalam proses pencernaan makanan
a.       Pada tabung A yang diisi 2,5 cc minyak + 5 cc air, air dan minyak tidak dapat bersatu ( air berada di bawah minyak ). Hal ini menunjukkan bahwa air tidak bisa mengemulsi lemak.
b.      Pada tabung B yang diisi 2,5 cc minyak + 2,5 cc air sabun ( diaduk 2 menit ) + 5 cc air, sebelum diberi air berwarna hijau keputihan serta minyak dan sabun menyatu dan setelah diberi terjadi endapan dan tetap menyatu. Hal ini menunjukkan bahwa air sabun dapat mengemulsi lemak.
c.       Pada tabung C yang diisi 2,5 cc minyak + 2,5 cc empedu ( diaduk 2 menit ) + 5 cc air, sebelum diberi air berwarna hijau lumut ( minyak dan empedu menyatu) setelah diberi air tetap menyatu. Hal ini menunjukkan bahwa minyak dapat mengemulsi lemak.

F.       Kesimpulan
Pada percobaan I dapat disimpulkan bahwa di dalam air ludah terdapat enzim ptialin yang berfungsi mengubah zat tepung menjadi zat gula pada proses pencernaan. Hal ini ditunjukkan oleh perubahan warna ynag terjadi pada percampuran amilum dengan air ludah yang diuji menggunakan benedict menjadi hijau kecoklatan setelah dipanaskan.
Pada percobaan 2 dapat disimpulkan bahwa empedu berfungsi untuk mengemulsi lemak pada proses pencernaan. Hal ini dapat ditunjukkan oleh tercampurnya cairan empedu dengan minyak yaitu pada tabung C

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar